Minggu, 11 Maret 2012

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

Bandar Lampung, 11 Maret 2012

Haguk
Kaban sekelik
di-
Jenganan

Guwai ngeghapot tali silaturahmi sanak inggoman 
(alm) H. Muhammad  Ali 
sekam ijah ngadako Reuni sai haga dilaksanako adok :




Ghani : Ahad
Lupuk : 18 maret 2012
Ghang : Nuwo sai batin ( Nuwo agung)
Waktu : 08.00 WIB


Ngehupako suwatu kehoghmatan ghik keakughan lamun  sekelik haga ghatong mit acagha hinji guwai ngeghapot tali silaturahmi. 
guwai informasi kebih lanjut hubungi Fatynia dihinji
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatu

Hoghmat Sekam


Fatynia Ilmiyatni
ghik inggoman

Sabtu, 03 Maret 2012

Hey guys!!! In this post i want to tell you about the boy who stole my heart. He kept my heart for years lol.
Do you know who is he? 
................
jreng.... 
jreng....

Yep, 

His name is Skandar Keynes. He's gergous in his own ways.
The first time I saw him was when I was 10 years old. I saw him in the Narnia movie. 
yep ;) he is my prince charming <3
Always have and always will.


Skandar Amin Casper Keynes (born 5 September 1991) is an English actor best known for starring as Edmund Pevensie in the 2005 film adaptation of The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe. He will return in the role of Edmund in the film's sequel The Chronicles of Narnia: Prince Caspian, which is currently scheduled for release in the summer of 2008.

Keynes was born in London to writer Randal Keynes and Zelfa Cecil Hourani and has a sister called Soumaya. Through his father, Keynes is the great-great-great grandson of the famous scientist Charles Darwin. His great grandfather Edgar Douglas Adrian, 1st Baron Adrian won the Nobel Prize in Physiology or Medicine in 1932.

His maternal grandfather, Cecil Fadlo Hourani, is a famous writer of Lebanese descent, and the brother of Albert Hourani, also a well-known writer and professor. Keynes attended the Anna Scher Theatre School from 2000 to 2005 and currently attends the all-boys City of London School.








Rabu, 22 Februari 2012


Afriani Susanti

VIVAnews – Selasa, 24 Januari 2012, Afriyani Susanti yang berkaos biru tepekur sendirian di sel karantina nomor 22 di Blok B Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta. Diungkapkan seorang sumber VIVAnews.com, pengendara Xenia maut itu tak terlihat menangis. Dia hanya tampak banyak-banyak mengaji di dalam bui.Perempuan berumur 29 tahun itu tiba-tiba menjadi seorang pembunuh yang membetot perhatian publik. Daihatsu Xenia yang dikendarainya menabrak belasan pejalan kaki dan tak ayal menewaskan sembilan orang dan melukai empat lainnya. Malapetaka itu terjadi di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Jakarta Pusat, hari Minggu kemarin.
Kasus ini menambah deret panjang korban tewas di jalan raya. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menunjukkan sepanjang tahun 2011 terjadi 7.778 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah DKI Jakarta. Tak kurang, 9.731 orang jadi korban, termasuk 997 di antaranya meninggal dunia.
Dari hasil penyidikan, polisi akan menjerat Afriyani dengan pasal berlapis. Dia antara lain dinyatakan melanggar Undang-undang Lalu Lintas pasal 283 soal mengemudikan kendaraan bermotor secara tak wajar, pasal 287 ayat 5 tentang pelanggaran aturan batas kecepatan tertinggi atau terendah dalam berkendara, dan pasal 310 ayat 1 sampai 4 tentang mengakibatkan kecelakaan yang melukai dan menewaskan korban.
Belum habis, dia juga diancam Pasal 112 jo 123 sub 127 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Toh begitu, Afriyani hanya diancam hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda Rp12 juta.
Tiga rekan Afriyani—masing-masing berinisial DNM, ART, dan ADP—pada Selasa, 24 Januari 2012, juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus narkoba dan ikut ditahan. Berdasarkan tes urin, keempat penumpang mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI itu dinyatakan positif menggunakan ekstasi yang mereka beli di Diskotek Stadium.
Kepolisian memastikan penyidikan akan terus dikembangkan ke kasus narkoba. Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Istana Negara, mengatakan, "Sudah dilakukan penyidikan oleh Polda Metro Jaya, tentunya bukan hanya kecelakaan tapi juga termasuk hasil yang mengarah kepada pemakaian obat terlarang."
Untuk semakin memastikan penyebab kecelakaan maut itu, Polda Metro Jaya telah menurunkan tim analisis dari unit Pusat Laboratorium Forensik untuk melakukan identifikasi lanjutan di lokasi kecelakaan, bersama pihak Daihatsu, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pekerjaan Umum. Selain untuk mengurai malapetaka itu, mereka mengecek keterangan Afriyani yang berkali-kali berdalih kalau rem mobilnya blong sehingga dia hilang kendali.
Ada empat faktor utama yang menjadi fokus penelitian: pengemudi, kondisi kendaraan, lingkungan atau cuaca, dan infrastruktur jalan. Berita-berita soal Xenia maut Afriyani bisa diklik di tautan ini.
Setelah meneliti lokasi, tim mekanik Daihatsu memastikan kalau mobil buatan tahun 2005 itu tidak punya masalah apapun pada komponennya, termasuk remnya--meski mobil tak dilengkapi fitur pengereman ABS (antilock break system). Mereka menyimpulkan, sebelum kecelakaan, Xenia tipe 1.3Xi (versi standar) ini masih layak dikendarai dan selalu diservis berkala. Lihat foto analisis lokasi kecelakaan di tautan ini.
"Minyak rem masih terisi penuh, tidak ditemukan kebocoran di bagian minyak rem. Meski bagian gardan bergeser, tapi komponen dan pipa sasisnya masih dalam konsisi utuh," kata Head Domestic Marketing Divison Astra Daihatsu Motor (ADM), Rio Sanggau. "Kami cek kartu servisnya, mobil ini selalu rutin diperiksa di bengkel ADM."
Yang jadi penyebab, tim analisis menyimpulkan, ketika itu Afriyani memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, di atas 80 km per jam. Hilang kendali, ban mobil menabrak trotoar, terguling, dan tanpa ampun menghantam sejumlah pejalan kaki.

Kecelakaan maut
Tragedi berdarah ini terjadi di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Jakarta Pusat. Menewaskan sembilan orang, Afriyani bersama tiga penumpang--satu perempuan dan dua laki-laki--selamat. Afriyani bahkan sempat marah-marah kepada seorang pejalan kaki yang juga nyaris ditabraknya.
Seorang saksi mata yang selamat menuturkan Xenia Afriyani melaju sangat kencang. "Mobil itu bukan ngebut lagi, tapi sangat kencang dan sempat oleng, zig-zag," kata Suwarto, 54, seorang saksi mata.
Dikisahkan Suwarto, mobil datang dari arah Gambir. Ketika mendekati Tugu Tani, Xenia itu hilang kendali dan mulai menabrak para pejalan kaki di trotoar. Sebelumnya, mobil menabrak halte dan merangsek masuk ke halaman Kementerian Perdagangan. Di halaman kantor itu, Xenia menyeruduk dua orang lagi sampai terpental, sebelum berhenti.
"Ada seorang anak kecil yang terseret di bawah badan mobil. Setelah kejadian, saya gemetar. Ini semua pertolongan Yang Maha Kuasa, saya berhasil menghindar. Ini kejadian paling mengerikan," kata Suwarto.
Sembari merinding, dia mengisahkan, usai kecelakaan sebagian besar korban tak lagi bergerak—termasuk eorang bocah berusia 2,5 tahun dan bayi tiga bulan di kandungan Nanik Riyanti (25).
Berikut adalah korban meninggal dalam kecelakaan maut itu:

1. Moch Hudzaifal alias Ujay, 16 tahun.
2. Firmansyah, 21
3. Suyatmi, 51
4. Yusuf Sigit, 16
5. Ari, 2,5
6. Nanik Riyanti, 25 (hamil 3 bulan)
7. Fifit Alfia Fitriasih, 18
8. Wawan Hermawan, 24
9. Mochamad Akbar, 23
Korban luka:
1. Siti Mukaromah, 30
2. Keny, 8
3. Indra, 11
4. Teguh Hadi Purnomo, 30.
Kepada polisi, Afriyani mengaku bahwa malam sebelum petaka itu, dia bersama ketiga temannya tak tidur setelah semalaman mengikuti pesta perpisahan kawannya yang hendak berangkat ke Australia. "Pada pk. 20.00-22.00 WIB, mereka ada di Hotel Borobudur, ada pesta," kata Kepala Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol. Nugroho Aji.
Setelah itu, mereka pindah dugem ke sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, hingga pk. 02.00 WIB. Di sana mereka minum whisky dan bir. Belum puas, mereka lalu beranjak ke Diskotek Stadium di Jalan Hayam Wuruk. Di situ, mereka urunan membeli dua pil ekstasi dan baru keluar hari Minggu sekitar pk. 10.00 WIB. "Mereka berniat kembali ke Kemang, tapi keburu terjadi kecelakaan," kata Nugroho.
Kini juga terungkap, Afriyani ternyata berkendara tanpa memiliki SIM dan membawa STNK.
Keluarga Afriyani pasrah mengakui kesalahan anak mereka. Hj. Yurnely (51), ibunda Afriyani, bahkan berniat menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban secara terbuka melalui media massa, Rabu. Mewakili keluarga, Bawuk, Ketua RT 011/07 Sungai Bambu, Tanjung Priok, mengatakan keluarga Afriyani juga akan memberikan dana santunan bagi keluarga korban. (kd)

MY OPINION

in my opinion from the news above we can conclude that the source of the accident  is from the driver. the driver did not obey the rules of driving a vehicle. she did not bring her driving license and her car license. and also there was a rumor that said before Afriani driving her car she was in under control of drugs. the effect of the drugs makes Afriani can't control their emotion while driving a car.
so it is very important toobey the rules of driving if we want to safe when driving a vehicle. besides that we also have to becareful when driving. don't set the speed very high when we in the crowded place like in Tugu Tani.
i think that's enough from my opinion, Thankyou ._.




Selasa, 17 Januari 2012

Masa Balita

Masa Kelahiran

Penulis merupakan anak kedua dari pasangan Ir. Jumhani Ali dan Jamilah Maulida. Penulis juga merupakan anak perempuan pertama dari pasangan tersebut. Penulis lahir di Teluk Betung, Bandar Lampung pada hari Jumat tanggal 06 Desember 1996 pada pukul 21.55 WIB di Rumah Bersalin “Restu Ibu”. Penulis terlahir dengan panjang 38 cm dan dengan berat 3 kg. Penulis merupakan keturunan dari suku lampung dan jawa. Penulis diberi nama Fatynia Ilmiyatni oleh orang tua penulis. Orang tua penulis memberi nama Fatynia Ilmiyatni karena berharap anaknya kelak akan menjadi kunci dari segala kunci ilmu.

Penulis dan Ibunda penulis


Penulis 



Masa Anak-Anak


Masa Taman Kanak-Kanak

Penulis memasuki taman kanak-kanak pada tahun 2001. Pada saat itu usia penulis menginjak umur 4 setengah tahun. Penulis masuk Taman kanak-kanak lumayan cepat karena orang tua penulis ingin penulis mendapatkan pendidikan dari sejak dini. Berbeda dengan kakak penulis yang memasuki taman kanak-kanak ketika umur 3 tahun penulis memasuki taman kanak-kanek lebih lama dari kakak penulis karena orang tua penulis khawatir jikalau nanti anaknya tiba-tiba belum siap untuk sekolah tidak seperti kakak penulis yang sudah meminta kepada orang tua penulis sejak umur 3 tahun.

Penulis sedang menari tari Ding-ding pak ding-ding

Penulis menggunakan Baju Tradisional lampung

Masa Sekolah Dasar
   Masa sekolah dasar penulis berawal sejak tahun 2002. Pada saat itu penulis sedang berumur 5 setengah tahun. Penulis sekolah di SDN 2 Talang. Sekolah tersebut merupakan sekolah yang kurang terkenal, mungkin bisa dikatakan sekolah pinggiran. Letak sekolah penulis berada di Jl. Ikan mujair no 06 Prestasi penulis ketika kelas I semester satu sangat tidak memuaskan. Semakin menaiknya kelas prestasi penulis semakin membaik. Penulis mendapatkan peringkat ke 3 pada kelas 2. dan penulis mendapatkan peringkat ke 1 pada kelas 3 sd sampai dengan kelas 6 sd. Dulu ketika SD penulis aktif di ekstrakulikuler pramuka dan menjadi bagian dari paskibra. Dulu penulis selalu ikut serta dalam lomba- lomba, seperti lomba bahasa inggris , lomba LCT, lomba siswa berprestasi dan lomba LCT agama.
Penulis bersama dengan adik penulis

Penulis sedang berada ditaman rumah penulis

Masa Remaja


Masa Sekolah Menengah Pertama
          Penulis mendaftar di SMPN 2 bandar lampung dengan nomor urut 0122. Penulis di terima di SMPN 2 bandar lampung pada tanggal 14 juli 2008 dan berkedudukan dikelas VII sbi 2 dengan wali kelas Mr. Amran Rosidy. Dulu sebelum resmi menjadi anak SMPN 2 penulis harus melewati masa orientasi dan pra orientesi terlebih dahulu. Pada masa pra orientasi penulis diperkenalkan tentang lingkungan SMPN 2 oleh kakak-kakak kelas. Dulu ketika MOS penulis belajar PBB, games untuk melatih kekompakan masing-masing kelompok ddl. Dulu penulis masuk kekelompok Afrika. Materi yang di berikan dari guru- guru sangat membosankan. Beberapa hari sebelum MOS berakhir, kakak-kakak memberi tugas kepada siswa untuk mengumpulkan semua tandatangan dari anggota OSIS di kertas folio dan juga setiap siswa wajib memberikan surat cinta kepada kakak-kakak osis yang berlawanan jenis dengan mereka. Kegiatan terakhir MOS ini merupakan kegiatan yang sangat melelahkan. Akhirnya setelah sekian lama MOS berakhir dan penulis resmi menjadi siswa SMPN 2 Bandar Lampung.
Kelas VIII penulis duduk di kelas VIII sbi 2 yang wali kelasnya adalah Ibu Susana Sri Kawuri. Ibu Susana merupakan guru yang sangat tegas. Semua anak muridnya menjadi sangat disiplin karenanya. Tidak ada diantara para anak muridnya yang berani melanggar peraturan. Pada masa kelas VIII ini adalah masa dimana penulis melakukan sebuah kecurangan. Penulis mulai mencoba melakukan mencontek. Padahal dulu penulis paling anti dengan yang namanya mencontek. Namun, karena Ibu Susana yang menjadi wali kelas penulis, penulis jadi tidak berani melakukannya. Ibu susana biasanya akan memanggil orang tua dari murid yang mendapat nilai dibawah rata-rata lebih dari 3.
Kelas VIII smp penulis menemukan teman yang sampai sekarang sering bermain dengan penulis, yaitu Sonya Soraya, Suri Maharani, Stella Devy, Eindita Septiara, Hasan Ghazali, Mara Sutan, Yogi Alnasir, Danang Hafizfadillah, Rezky Ramadhan. Walaupun beberapa diantara penulis ada yang tidak sekelas namun penulis selalu menyempatkan diri satu sama lain.
Kelas IX penulis duduk di kelas IX sbi 3 dan wali kelasnya adalah Ibu Suprihatin atau yang biasa di panggil bu Upik. Bu upik sangat baik dan perhatian terhadap muridnya. Awal pertama kali masuk kelas IX bu upik menyuruh anak muridnya untuk membuat sebuah biodata anak muridnya yang di hias rapih di kertas hvs yang nantinya akan di pajang di kelas.
Selama SMP penulis selalu melakukan kegiatan pelajarn olahraga di lapangan brimob di karenakan sekolah penulis yang tidak memiliki lapangan olah raga sendiri. Masa kelas IX sangat melelahkan karena penulis harus belajar lebih giat lagi untuk menghadapi ujian nasional, ujian kelulusan dan ujian PSB SMA. Banyak kunci jawaban yang beredar ketika ujian namun penulis tidak terpengaruh dengan hal tersebut. Penulis melakukan hal terbaik yang bisa penulis lakukan. Alhasil penulis mendapatkan hasil yang lumayan memuaskan. Penulis mendapat nilai tertinggi kedua untuk ujian nasional dan mendapatkan rangking ke 4 dikelas.

Penulis bersama dengan teman kelas IX (UPIX)


Penulis bersama dengan UPIX pada saat perpisahan kelas


Penulis dengan UPIX pada saat photo session perpisahan


Masa Sekolah Menengah Atas

Penulis mendaftar SMA ke SMAN 2 bandarlampung. Penulis ingin bersekolah keluar daerah lampung namun orang tau apenulis tidak mengizinkan. Alhasil penulis mendaftarkan diri di SMAN 2 bandar lampung. Persaingan di SMAN 2 bandar lampung sangatlah ketat.
Tes tertulis pertama penulis lakukan dengan sangat sepele dan akhirnya penulis mendapatkan hasil yang mengecewakan. Namun alhamdulillah penulis terselamatkan oleh nilai tes bahasa inggris penulis. Setelah menunggu sekian lama penulis ternyata di terima di SMAN 2 bandar lampung.
Setelah kegiatan mos selesai kami dibagi menurut kelas. Penulis masuk kedalam kelas X.4 namun karena suatu hal penulis meminta pindah kelas kepada pak payudi.
Penulis pindah ke kelas X.6 yang wali kelasnya bernama ibu Emmy. Ibu emmy sangat galak. Kami pernah kena hukum sekelas akibat tidak mengikuti upacara 17 agustus. Sebenarnya bukannya kami tidak mau mengikuti namun karena posisi kelas kami yang berada di paling ujung, alhasil kami tidak mendengarnya. Selama kelas 1 ini kelas kami selalu berpindah pindah karena gedung baru belum jadi.
Ketika SMA ini penulis memberanikan diri untuk mendaftar menjadi anggota osis. Penulis mencalonkan diri sebagai sekretaris umum. Tes yang dilalui menjadi osis sangatlah sulit dan banyak. Namun akhirnya setelah pengorbanan sekian lama penulis berhasil diterima oleh osis dan menjabat sebagi Wakil bendahara  osis.

Penulis bersama kelas X6 setelah pertandingan bola


Foto kelas X6

Penulis dengan anak-anak OSIS-MPK pada saat LDK