Selasa, 17 Januari 2012

Autobiografi

Masa Balita

Masa Kelahiran

Penulis merupakan anak kedua dari pasangan Ir. Jumhani Ali dan Jamilah Maulida. Penulis juga merupakan anak perempuan pertama dari pasangan tersebut. Penulis lahir di Teluk Betung, Bandar Lampung pada hari Jumat tanggal 06 Desember 1996 pada pukul 21.55 WIB di Rumah Bersalin “Restu Ibu”. Penulis terlahir dengan panjang 38 cm dan dengan berat 3 kg. Penulis merupakan keturunan dari suku lampung dan jawa. Penulis diberi nama Fatynia Ilmiyatni oleh orang tua penulis. Orang tua penulis memberi nama Fatynia Ilmiyatni karena berharap anaknya kelak akan menjadi kunci dari segala kunci ilmu.

Penulis dan Ibunda penulis


Penulis 



Masa Anak-Anak


Masa Taman Kanak-Kanak

Penulis memasuki taman kanak-kanak pada tahun 2001. Pada saat itu usia penulis menginjak umur 4 setengah tahun. Penulis masuk Taman kanak-kanak lumayan cepat karena orang tua penulis ingin penulis mendapatkan pendidikan dari sejak dini. Berbeda dengan kakak penulis yang memasuki taman kanak-kanak ketika umur 3 tahun penulis memasuki taman kanak-kanek lebih lama dari kakak penulis karena orang tua penulis khawatir jikalau nanti anaknya tiba-tiba belum siap untuk sekolah tidak seperti kakak penulis yang sudah meminta kepada orang tua penulis sejak umur 3 tahun.

Penulis sedang menari tari Ding-ding pak ding-ding

Penulis menggunakan Baju Tradisional lampung

Masa Sekolah Dasar
   Masa sekolah dasar penulis berawal sejak tahun 2002. Pada saat itu penulis sedang berumur 5 setengah tahun. Penulis sekolah di SDN 2 Talang. Sekolah tersebut merupakan sekolah yang kurang terkenal, mungkin bisa dikatakan sekolah pinggiran. Letak sekolah penulis berada di Jl. Ikan mujair no 06 Prestasi penulis ketika kelas I semester satu sangat tidak memuaskan. Semakin menaiknya kelas prestasi penulis semakin membaik. Penulis mendapatkan peringkat ke 3 pada kelas 2. dan penulis mendapatkan peringkat ke 1 pada kelas 3 sd sampai dengan kelas 6 sd. Dulu ketika SD penulis aktif di ekstrakulikuler pramuka dan menjadi bagian dari paskibra. Dulu penulis selalu ikut serta dalam lomba- lomba, seperti lomba bahasa inggris , lomba LCT, lomba siswa berprestasi dan lomba LCT agama.
Penulis bersama dengan adik penulis

Penulis sedang berada ditaman rumah penulis

Masa Remaja


Masa Sekolah Menengah Pertama
          Penulis mendaftar di SMPN 2 bandar lampung dengan nomor urut 0122. Penulis di terima di SMPN 2 bandar lampung pada tanggal 14 juli 2008 dan berkedudukan dikelas VII sbi 2 dengan wali kelas Mr. Amran Rosidy. Dulu sebelum resmi menjadi anak SMPN 2 penulis harus melewati masa orientasi dan pra orientesi terlebih dahulu. Pada masa pra orientasi penulis diperkenalkan tentang lingkungan SMPN 2 oleh kakak-kakak kelas. Dulu ketika MOS penulis belajar PBB, games untuk melatih kekompakan masing-masing kelompok ddl. Dulu penulis masuk kekelompok Afrika. Materi yang di berikan dari guru- guru sangat membosankan. Beberapa hari sebelum MOS berakhir, kakak-kakak memberi tugas kepada siswa untuk mengumpulkan semua tandatangan dari anggota OSIS di kertas folio dan juga setiap siswa wajib memberikan surat cinta kepada kakak-kakak osis yang berlawanan jenis dengan mereka. Kegiatan terakhir MOS ini merupakan kegiatan yang sangat melelahkan. Akhirnya setelah sekian lama MOS berakhir dan penulis resmi menjadi siswa SMPN 2 Bandar Lampung.
Kelas VIII penulis duduk di kelas VIII sbi 2 yang wali kelasnya adalah Ibu Susana Sri Kawuri. Ibu Susana merupakan guru yang sangat tegas. Semua anak muridnya menjadi sangat disiplin karenanya. Tidak ada diantara para anak muridnya yang berani melanggar peraturan. Pada masa kelas VIII ini adalah masa dimana penulis melakukan sebuah kecurangan. Penulis mulai mencoba melakukan mencontek. Padahal dulu penulis paling anti dengan yang namanya mencontek. Namun, karena Ibu Susana yang menjadi wali kelas penulis, penulis jadi tidak berani melakukannya. Ibu susana biasanya akan memanggil orang tua dari murid yang mendapat nilai dibawah rata-rata lebih dari 3.
Kelas VIII smp penulis menemukan teman yang sampai sekarang sering bermain dengan penulis, yaitu Sonya Soraya, Suri Maharani, Stella Devy, Eindita Septiara, Hasan Ghazali, Mara Sutan, Yogi Alnasir, Danang Hafizfadillah, Rezky Ramadhan. Walaupun beberapa diantara penulis ada yang tidak sekelas namun penulis selalu menyempatkan diri satu sama lain.
Kelas IX penulis duduk di kelas IX sbi 3 dan wali kelasnya adalah Ibu Suprihatin atau yang biasa di panggil bu Upik. Bu upik sangat baik dan perhatian terhadap muridnya. Awal pertama kali masuk kelas IX bu upik menyuruh anak muridnya untuk membuat sebuah biodata anak muridnya yang di hias rapih di kertas hvs yang nantinya akan di pajang di kelas.
Selama SMP penulis selalu melakukan kegiatan pelajarn olahraga di lapangan brimob di karenakan sekolah penulis yang tidak memiliki lapangan olah raga sendiri. Masa kelas IX sangat melelahkan karena penulis harus belajar lebih giat lagi untuk menghadapi ujian nasional, ujian kelulusan dan ujian PSB SMA. Banyak kunci jawaban yang beredar ketika ujian namun penulis tidak terpengaruh dengan hal tersebut. Penulis melakukan hal terbaik yang bisa penulis lakukan. Alhasil penulis mendapatkan hasil yang lumayan memuaskan. Penulis mendapat nilai tertinggi kedua untuk ujian nasional dan mendapatkan rangking ke 4 dikelas.

Penulis bersama dengan teman kelas IX (UPIX)


Penulis bersama dengan UPIX pada saat perpisahan kelas


Penulis dengan UPIX pada saat photo session perpisahan


Masa Sekolah Menengah Atas

Penulis mendaftar SMA ke SMAN 2 bandarlampung. Penulis ingin bersekolah keluar daerah lampung namun orang tau apenulis tidak mengizinkan. Alhasil penulis mendaftarkan diri di SMAN 2 bandar lampung. Persaingan di SMAN 2 bandar lampung sangatlah ketat.
Tes tertulis pertama penulis lakukan dengan sangat sepele dan akhirnya penulis mendapatkan hasil yang mengecewakan. Namun alhamdulillah penulis terselamatkan oleh nilai tes bahasa inggris penulis. Setelah menunggu sekian lama penulis ternyata di terima di SMAN 2 bandar lampung.
Setelah kegiatan mos selesai kami dibagi menurut kelas. Penulis masuk kedalam kelas X.4 namun karena suatu hal penulis meminta pindah kelas kepada pak payudi.
Penulis pindah ke kelas X.6 yang wali kelasnya bernama ibu Emmy. Ibu emmy sangat galak. Kami pernah kena hukum sekelas akibat tidak mengikuti upacara 17 agustus. Sebenarnya bukannya kami tidak mau mengikuti namun karena posisi kelas kami yang berada di paling ujung, alhasil kami tidak mendengarnya. Selama kelas 1 ini kelas kami selalu berpindah pindah karena gedung baru belum jadi.
Ketika SMA ini penulis memberanikan diri untuk mendaftar menjadi anggota osis. Penulis mencalonkan diri sebagai sekretaris umum. Tes yang dilalui menjadi osis sangatlah sulit dan banyak. Namun akhirnya setelah pengorbanan sekian lama penulis berhasil diterima oleh osis dan menjabat sebagi Wakil bendahara  osis.

Penulis bersama kelas X6 setelah pertandingan bola


Foto kelas X6

Penulis dengan anak-anak OSIS-MPK pada saat LDK

0 comments:

Posting Komentar